Ketamakan

Pengusiran orang-orang Yahudi oleh Nazi Jerman banyak sekali diceritakan dan dibuat film. Setidaknya ada beberapa film yang saya ingat. Yang paling terakhir saya tonton sekitar dua bulan yang lalu adalah Zookeeper's Wife (2107). Film itu bercerita tentang sepasang suami istri (Jan dan Antonina) pengelola kebun binatang Warsawa, Polandia. Kehidupan menyenangkan sebagai pengelola kebun binatang berubah drastis ketika Jerman menginvasi Polandia. Koleksi binatang penting yang tersisa setelah pengeboman Jerman kemudian "dipinjam" dan diangkut ke kebun binatang Berlin. Binatang-binatang lain yang tersisa kemudian dimusnahkan sebelum musim dingin karena dianggap tidak akan bertahan. Tentara Jerman mengumpulkan orang-orang Yahudi dan memisahkan mereka dalam komplek penampungan (ghetto). Bersimpati pada teman-teman Yahudi mereka, Jan dan istrinya diam-diam membantu beberapa orang Yahudi keluar dari ghetto dan menyembunyikan mereka di ruang bawah tanah di rumah mereka. Apa yang mereka lakukan tentu sangat berisiko. Jangankan menyembunyikan dan melindungi, memberi segelas air putih saja mungkin bisa membuat mereka kehilangan nyawa. Film lainnya yang pernah saya tonton dengan tema yang sama adalah Schindler's List (1993) dan the Pianist (2002). Saya bersimpati kepada orang-orang Yahudi yang digambarkan diperlakukan lebih rendah dari manusia lainnya, atau bahkan seperti bukan manusia. Nurani saya tidak pernah bisa mendukung perlakuan Nazi Jerman atas orang-orang Yahudi.

Hari ini saya terbangun pukul tiga dinihari dan melanjutkan bagian akhir dari In Search of Fatima yang menceritakan kembalinya Ghada ke Jerusalem untuk mencari kembali rumahnya setelah mengalami pergulatan identitas. Ghada kecil bersama keluarganya dipaksa meninggalkan rumah mereka di Jerusalem dan kemudian menetap di Inggris. Mendapatkan pendidikan dan dibesarkan dengan budaya Inggris, Ghada kemudian merasa lebih Inggris daripada Arab. Hingga kemudian, setelah kisah panjang apa yang dialaminnya dalam kehidupan pribadi, identitasnya sebagai orang Palestina tersentuh dengan perlakuan tidak adil teman dan sahabat Inggrisnya. Sampai sekitar tahun 1970, Palestina sudah benar-benar diabaikan dunia, sudah hampir dianggap punah. Serangkaian peristiwa pembajakan pesawat yang disebut sebagai "terorisme Palestina" yang dilakukan Popular Front of Liberation of Palestine (PFLP) kemudian menempatkan kembali isu Palestina di dunia internasional. Namun efeknya tidak seperti yang diharapkan, sebaliknya hanya memberikan justifikasi kepada Israel dan simpatisan mereka atas julukan "teroris" Palestina. Buku In Search of Fatima diakhiri dengan kunjungan kembali Ghada ke rumah masa kecilnya yang didapatinya sudah ditempati orang Amerika yang menyewa dari seorang Israel yang bernama Ben Porath.

Saya ingin mengutip paragraf terakhir yang dituliskan Ghada di bukunya yang menyatakan harapan sekaligus perasaan kehilangannya. Seraya memandangi Kota Tua Jerusalem dari jendela hotel untuk mendengar azan yang berkumandang dari Haram al Syarif, Ghada menuturkan, "Aku menutup mataku dengan rasa bahagia dan puas. Bagaimanapun cerita belum berakhir, setidaknya bagi mereka yang tetap hidup di sana. Meskipun mereka berada di kepingan yang dulunya adalah Palestina. Mereka tetap ada dan bertambah, suatu hari mereka akan kembali dan mungkin akan mengambil alih. Pembuangan mereka hanya bersifat materi dan sementara. Sedangkan bagiku, ini adalah pembuangan yang lain, yang tak terdefinisikan oleh tempat dan waktu, dan dari mana aku berada, aku tak dapat kembali lagi."
Kisah pengusiran orang-orang Yahudi dari Eropa dan pengusiran orang-orang Palestina dari tanahnya selalu membuatku bertanya tentang kemanusiaan kita. Dalam sejarah panjangnya, penjajahan selalu melahirkan ketidakadilan, karena penjajah pasti menilai rendah bangsa yang dijajah.

Tahun 2018, apakah penjajahan sudah tamat? Belum juga. Di Palestina, penjajahan masih ada dalam bentuk purbanya. Bagaimana di tempat lain? Penjajahan mungkin hanya berubah bentuk, bermetamorfosis. Dan aku lihat akarnya masih sama: ketamakan.

Comments

Popular posts from this blog

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Karya Besar Vincent van Gogh