Kenangan Pekanbaru

Semua orang akan kembali kepada Allah setelah kematiannya. Namun, yang paling berbahagia adalah orang yang kembali kepada Allah sebelum kematiannya. - Ustad X, Masjid Y.

Saya sudah dua bulan kembali lagi ke Jakarta setelah sebelumnya diberikan kesempatan kurang lebih dua setengah tahun menikmati kehidupan yang luar biasa di Pekanbaru. Banyak hal-hal istimewa yang berat untuk ditinggalkan. Banyaknya orang-orang istimewa yang hadir dalam kehidupan membuat saya selalu berusaha bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.

Pekanbaru adalah kota metropolitan yang multikultur. Secara jumlah, suku Minangkabau menduduki peringkat teratas penduduk di Pekanbaru, disusul Melayu, Jawa, Batak dan Tionghoa. Karena itu, jangan heran, walaupun di negeri Melayu, rumah makan dan restoran yang menjual masakan Minangkabau sangat mudah ditemukan. Ajaibnya hampir menuanya enak.

Bukan hanya masakan Minangkabau, masakan dan makanan dari daerah lain juga sangat mudah dicari di Pekanbaru, sebut saja bubur ayam Jakarta, nasi kuning Jakarta, sate Solo, sop buah Cirebon, ketoprak Jakarta, babi panggang Karo, surabi Bandung, siomay Bandung, dan banyak lagi. Tentu saja restoran masakan melayu juga tidak kalah banyak. Menu masakan Melayu banyak menggunakan ikan sungai seperti Baung, Patin, Selais dan Pantau. Udang sungai juga banyak disajikan.

Selain makanan, satu hal yang saya suka di Pekanbaru adalah kerukunan umat beragamanya. Baik yang satu agama maupun yang berbeda-beda agama. Di Pekanbaru, umat beragama hidup saling berdampingan. Gereja dan Masjid sama-sama ramai dikunjungi. Masjid dan Gereja kadang sama berisiknya.

Hal unik lainnya yang berkesan adalah gaya masyarakatnya berlalu-lintas. Saya tidak mau mengeneralisir, hanya saja, kalau Anda dari luar daerah dan baru pertama berkendara di jalanan Pekanbaru, Anda harus menaikkan tingkat kewaspadaan Anda dua tingkat. Saya dan teman-teman menyebutnya dengan Pekanbaru Style.

Karena kotanya kecil, mau ke mana saja terasa dekat di Pekanbaru. Saya hanya memerlukan lima menit untuk pergi ke kantor, sepuluh menit untuk pergi ke sekolah anak-anak, dan lima belas menit menuju mal terdekat. Di akhir pekan, Pekanbaru merupakan tujuan berakhir pekan masyarakat dari kota-kota sekitarnya.

Pekanbaru memberikan kesan yang mendalam kepada kami karena menjadi bagian dalam proses memperbaiki dan memantaskan diri sebelum kami kembali ke hadirat Ilahi.

2018

Comments

Popular posts from this blog

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Karya Besar Vincent van Gogh

Where The Wild Roses Grow : Covering Both Stories of The Murderer and The Victim