Pempek dan Nasihat

Hari Ahad lalu, istri saya bilang kalau dia kangen dengan pempek dan teman-temannya. Saya kangen juga sih. Di Pekanbaru, tempat makan pempek lumayan banyak, tapi beberapa kali kami makan hanya di satu tempat saja: Pempek Tini 628 di jalan Sisimangaraja dekat masjid An-Nur.
Karena ingin merasakan yang lain, kali ini kami makan di warung Pempek Wenny di jalan Sumatera. Selain tempatnya lebih dekat daripada Pempek Tini 628, kami juga mempertimbangkan waktu yang sebentar lagi masuk zuhur. Jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 11.00 dan lokasi Pempek Wenny ini dekat masjid Al-Falah, salah satu masjid favorit kami di Pekanbaru. Jadi, begitu kami selesai makan diperkirakan pas masuk waktu zuhur dan bisa bersiap-siap untuk salat.
Kami sampai di Pempek Wenny sekitar jam 10.20 dan langsung memesan kapal selam, lenjer, adaan, kulit dan mie celor. Untuk minum saya memesan es teh manis dan istri saya minum air kemasan saja. Sekitar lima belas menit kemudian, pesanan kami datang dan kami langsung menyantap hidangan yang ada. Kami menghabiskan semua makanan yang kami pesan. Alhamdulillah semuanya enak dan enak banget. Ada yang pernah bilang, buat saya makanan cuma ada dua rasa: enak dan enak banget.
Selesai makan dan membayar, kami bergegas ke masjid al-Falah yang berjarak hanya 100 meter saja dari tempat makan. Sebelum salat zuhur didirikan, ada satu kebiasaan umum di beberapa masjid di Pekanbaru yaitu ceramah singkat. Kali ini pembicara menyampaikan sebuah hadist yang isinya adalah lima nasihat dari malaikat Jibril untuk Nabi Muhammad.
Nasihat pertama:
"Hiduplah sesukamu (tapi ingatlah) bahwa kamu sesungguhnya pasti akan mati."
Nasihat kedua:
"Cintailah siapa yang kamu suka (tapi ingatlah) sesungguhnya kamu akan berpisah dengannya."
Nasihat ketiga:
"Berbuatlah sesukamu (tapi ingatlah) sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya."
Nasihat keempat:
"Kemuliaan seseorang mukmin adalah salatnya pada malam hari."
Nasihat kelima:
"Dan keperkasaan seorang mukmin adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia."
Saya mendengarkan dengan saksama. Nasihat-nasihat itu membuat udara masjid yang dingin terasa semakin dingin. Jika disodorkan cermin pada waktu itu maka saya akan melihat diri yang masih hidup semaunya padahal takut akan mati, masih terlalu mencintai dunia padahal sedih jika ditinggalkannya, masih berbuat sesukanya padahal takut akan balasannya, masih ingin dihormati padahal lebih suka menghiasi malam dengan dengkuran dan buaian mimpi, dan terkadang merasa hebat padahal masih banyak bergantung pada manusia.
Mudah-mudahan ini menjadi nasihat untuk kita semua dan Allah memberikan kita kekuatan untuk bersegera menyongsong ampunan dan rahmat-Nya

July 19, 2017

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?