Posts

Showing posts from December, 2016

Natal Sudah Dekat

Image
Pada suatu hari di awal Desember, setelah memarkirkan motor, saya, istri dan kedua anak saya menaiki tangga yang menuju pintu masuk mal. Bukan pintu masuk utama, tapi pintu masuk samping yang menghubungkan parkiran motor dengan mal. Kami kemudian melewati sebuah lorong kecil, musola dan toilet. Beberapa langkah kemudian kami memasuki area mal. Natal sudah dekat. Saya melihat berbagai ornamen yang biasa diasosiasikan dengan Natal menghiasi mal. Beberapa pohon cemara kertas menggantung di dalam mal lengkap degan aksesoris yang meriah dan lampu-lampunya. Benar saja, Natal memang sudah dekat, saya bertambah yakin ketika anak saya yang paling kecil setengah berteriak dengan mimik muka yang begitu bersemangat sambil menunjuk cemara kertas yang menggantung dan beberapa ornamen lainnya berkata: "Ayah, it's Christmas.." Saya menjawab singkat "Heh? Really?" sambil nyengir. Hehehe. Kurang salju saja nih. Bagi saya seorang Muslim, dekorasi Natal di mal itu tidak berarti a…

Antum Sufi

Semasa tiga tahun kuliah di Prodip Pajak dari tahun 1997-2000 saya hanya ngekost di satu tempat saja. Saya ini boleh disebut sebagai contoh cowok setia untuk masalah kost. Kost saya terletak di ujung kampung Kalimongso hampir berbatasan dengan Pondok Jurang Mangu Indah atau biasa disingkat PJMI. Saya kost bersama teman-teman Prodip STAN lain yang berbeda-beda tingkat dan uang saku bulanannya. Kost kami sebenarnya tidak punya nama, tapi karena nomor rumah kost kami adalah 57B maka kami menyebut kost kami Kalimongso 57B. Mungkin karena lebih sedikit besar dari kost depan kami yang bernomor 57A. Hahaha. Kost saya adalah kepunyaan Ibu Haji (saya lupa namanya) yang tinggal di Ciledug. Ibu Haji ini cuman sekali-kali saja datang ke kost, biasanya untuk mengecek keadaan kost. Lama-kelamaan setelah tahu ada anak kost yang sudah kerja dan belum juga menikah, ibu kost tidak lagi sering mengunjungi kami. Beliau malah sering mengutus anak perempuannya yang bernama Mawar (bukan nama sebenarnya) un…

Menerima dan memberi

Sabtu, 10 Desember 2016, sekitar sepekan yang lalu, saya menghadiri Silaturahmi Akbar Alumni Pondok Pesantren Jagasatru Cirebon. Jauh-jauh hari sebelumnya, saya memang sudah mengagendakan untuk bisa hadir dalam acara tersebut. Ada perasaan yang kuat yang mendorong saya untuk hadir. Dua pekan sebelum acara saya mendapat kabar kalau saya akan diberi tugas untuk menghadiri training namun waktu dan tempat belum ditentukan, kabarnya sih tempatnya di Bandung. Saya sangat bersyukur karena Bandung dan Cirebon hanya beberapa jam perjalanan saja. Setelah saya mengikuti training di hari kerja, saya bisa ke Cirebon untuk menghadiri acara silaturahmi. Di akhir pekan sebelum acara, saya mendapat kabar yang mengejutkan, training ternyata akan diselenggarakan di pekan bertepatan dengan acara temu alumni tadi dan yang lebih mengejutkan lagi: training tidak diselenggarakan di Bandung, tapi di Cirebon. Wow, Cirebon. Dan begitulah, saya akhirnya bisa menghadiri acara temu alumni sekaligus melaksanakan t…

Waktu Subuh

Beberapa hari ini saya sedang berada di Cirebon, kota kelahiran saya, istri saya dan anak-anak saya. Saya mendapatkan tugas untuk mengikuti training dari kantor. Lumayan, training sekaligus bisa mengunjungi orang tua, mertua dan berjumpa beberapa teman SMA. Sebisa mungkin, saya selalu berusaha untuk melaksanakan salat subuh di masjid. Waktu salat subuh di Cirebon berbeda sekitar 30 menit dari Pekanbaru, sehingga saya harus bangun lebih awal. Boleh dibilang beberapa hari ini saya selalu salat dengan mata yang masih sepet dan setengah terbuka. Salat subuh adalah salat yang istimewa. Kenapa istimewa? Karena subuh adalah waktu apel malaikat malam sekaligus malaikat siang. Malaikat siang dan malaikat malam berkumpul menyaksikan salat subuh. Walaupun istimewa, peminat salat subuh sepertinya memang tidak sebanyak salat-salat yang lainnya. Padahal sudah jelas-jelas dikatakan oleh muazin dalam azan subuh bahwa shalat itu lebih baik dari tidur. Ada yang saya perhatikan. Saya melihat komposisi …

Tanyakan Pada Dirimu

Selamat pagi. Bagi saya, pekan lalu adalah pekan pencerahan. Saya ditunjukkan sebuah tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Hari sabtu kemarin, selepas menjemput anak kedua saya di TK dekat rumah, saya diperlihatkan sebuah keajaiban yang saya belum pernah lihat sebelumnya. Saya diberitahu istri kalau di samping jalan kecil yang biasa kami lewati banyak sekali tumbuh pohon jengkol. Sepanjang umur saya yang 36 hampir 37 tahun ini saya belum pernah tahu bagaimana bentuk pohon jengkol dan rupa buah jengkol yang masih berada di pohon. Saya hanya tahu jengkol yang sudah sampai piring. Alhamdulillah hari itu saya bisa melihat jengkol yang masih berada di pohon dan saya sekarang benar-benar yakin kalau jengkol itu adalah buah, bukan sayur. :) Well, kita undur cerita ke sehari sebelumnya atau hari Jumat sore. Setelah jam kantor, saya mendapat tugas penting untuk mengantar istri belanja. Buat saya, mengantar istri belanja adalah ibadah. Kalau belanjaan lancar, istri saya bisa masak, perut saya k…