PJ20 : 1991 Part 3


August 27

Ten dirilis. Di minggu pertamanya, Ten laku tidak lebih dari 25 ribu kopi di Amerika Serikat. Angka yang bahkan tidak cukup untuk membuat Ten bertengger di chart album Billboard 200. Pada januari 1992 Ten baru mulai merangkak di tangga album Billboard 200 di ranking 155.

Kelly curtis: Hal yang paling saya ingat adalah bahwa jenis musiknya tidak masuk ke format mana pun di radio. Kami bahkan tidak tahu album ini harus diapakan. Ada orang-orang Epic
seperti Michele Anthony dan Harvey Leeds yang menjagokan musik gaya baru ini. Tapi mereka tidak bisa menemukan radio yang tertarik. Goldstone juga salah satunya yang memperjuangkan album ini. Bersamaan dengan itu, Nirvana keluar dan jadi besar. Sedikit makan waktu karena masalah terbesar adalah di radio. Kita bingung apakah itu musik alternative? Apakah itu rock? Apa ya? Perlu waktu cukup lama untuk membuat orang mau datang ke konser mereka dan tetap menyukainya. Ada peran orang-orang Sony juga. Biasanya, sebuah band dipajang dua atau tiga bulan dan setelah itu habis. Akan tetapi, mereka mempertahankannya enam sampai tujuh bulan. Saya kira itu adalah berkat Michele dan hubungannya dengan Michael. Mereka terus berusaha keras dan membuat orang-orang mau menonton. Lalu mereka mulai terkenal dari satu stasiun radio ke stasiun lainnya dan kamu bisa merasakan gelombang besar yang datang.

Michele Anthony: di tahun 1991, kata “alternative” identik dengan Natalie Merchant dan Depeche Mode. Bukan jenis “Alternative” yang kita kenal sekarang. Pearl Jam sama sekali tidak mudah untuk masuk ke dalam format alternative. Guns N’ Roses berada di antara hair bands dan band-band baru yang kemudian muncul di Seattle. Luar biasa juga ketika kita mendengar Pearl Jam dan Nirvana tidak cocok di kategori rock tapi stasiun-stasiun radio itu masih memainkan Warrant dan klasik rock. Kami terjebak di antara beberapa format sekitar 9 bulan. Jalan keluarnya adalah dengan membuat orang percaya. Bagaimana? Buat mereka menonton konser.

Oktober 3, Concreta Foundation Forum, Los Angeles
Anggota Pearl Jam secara dadakan bergabung dengan Chris Cornell dan Matt Cameron dari Soundgarden untuk memainkan lagu Hunger Strike-nya Temple of the Dog di konvensi tahunan hard rock.
October 4
Pearl Jam membuat video klip “Jeremy” yang disutradarai oleh Chris Cuffaro di sebuah gudang di Los angeles. Seorang aktor cilik berperan sebagai Jeremy Wade Delle, seorang murid SMA dari Texas berusia 16 tahun yang bunuh diri dan menjadi inspirasi lagu ini. Karena “Jeremy” bukan sebuah lagu single saat itu, Epic menolak untuk membayar biaya pembuatan videonya dan video itu dibiarkan begitu saja. Sampai sekarang, video itu hanya dirilis di website Cuffaro.
Jeff Ament: Kami menyukai Chris. Kami mengadakan beberapa kali sesi foto dengannya. Bisa jadi ini adalah video klipnya yang pertama. Video itu merupakan kolaborasi yang cukup serius. Video itu diambil dalam warna hitam putih yang cukup kontras. Kita berada di panggung dengan dikelilingi orang banyak. Kami bukannya kurang puas dengan video itu, alasan video itu tidak dirilis banyak disebabkan oleh perusahaan rekaman. Mereka pikir, kalau kita membuat video yang lebih pantas untuk “Jeremy,” bisa menjangkau lebih banyak orang dan sepertinya mereka ada benarnya.
October 6, Hollywood Palladium, Hollywood, California
Pearl Jam bermain bersama Spinal Tap, Alice in Chains, dan Soundgarden di ulang tahun kelima Majalah RIP, yang dalam catatan Vedder adalah hampir setahun sejak pertama kali bertemu dengan rekan-rekan di band. Di akhir pertunjukan muncul set kecil dari Temple of the Dog membawakan “Hunger Strike,” “Reach Down,” dan “Pushing Forward back.”
October 16, Oscar Mayer Theatre, Madison, Wiscounsin
Pearl Jam memulai tur Amerika Utara selama dua bulan untuk main bersama Smashing Pumpkins dan Red Hot Chili Peppers. Eddie Vedder mengapresiasi ini lewat majalah ROX, “Saya bangga RHCP mau membawa dua band baru, alih-alih membawa seorang yang bisa menjamin penjualan tiket lebih banyak. Merupakan kesempatan besar buat kami dan bagus juga buat penonton. Merupakan campuran gaya yang keren, sangat Neapolitan, tiga cita rasa yang berbeda untuk semua orang. Saya adalah penggemar Chili Peppers paling beruntung di dunia ini.
Jeff Ament: Saya ingat kami masih tur menggunakan van pada saat seseorang memberitahu kami kalau Chili Peppers mengajak kami tur bersama mereka. Sepertinya tidak ada hal yang lebih baik dari itu. Kami tahu kita akan jadi band pembuka. Kami hanya punya 30 menit, jadi kami tahu banyak yang harus disiapkan. Saya pergi ke dalam bus sebelum manggung dan main sekeras-kerasnya. Saya hampir terkena serangan panik sebelum manggung. Eddie juga ada di bus bernyanyi di bagian depan. Kami merasa, kalau kami gagal kali ini, kami akan didepak dari tour seminggu atau dua minggu kemudian. Kita sangat khawatir dan memastikan kalau itu tidak bakalan terjadi.
Michael Goldstone: Bagiku, semuanya berawal dari tur mereka dengan Smashing Pumpkins. Pelan-pelan bergerak ke sana dan event itu sekarang jadi legenda. Pertunjukan Limelight dan Wetlands adalah masa-masa press East Coast mulai muncul. Melalui tur, berita mulai menyebar dari mulut ke mulut.
October 26, Normandy High School, Parma, Ohio
Sebelum malam konser di Cleveland Music Hall, Pearl jam main di acara basket yang diadakan radio lokal yang sebagian disiarkan TV. Vedder dan Ament diambil gambarnya bersama fan favorite Cleveland Cavaliers dan pembawa acara Jim Chones.
November 8, CBGB, New York
Pearl Jam mengadakan show kejutan khusus untuk anggota fan klub dan media di venue legendaris di New York ini. Sesuai permintaan “Black” dimainkan sebagai lagu pembuka yang tidak lazim.
Stone Gossard: Green River bermain di depan sekitar sepuluh orang kantoran di sana. Saya ingat kalau bar tendernya menyukai kami.
November 9, Tower Records, Rockville Maryland
Pearl Jam memainkan set akustik selama 30 menit di sebuah toko musik setempat di siang hari sebelum pertunjukan mereka di kampus America University di Washington DC. Di sana “Leash” dibawakan untuk pertama kali.
November 12, Madison Square Garden, New York
Jeff Ament menonton sebuah pertandingan tuan rumah New York Knicks dengan lawan New jersey Nets, klub tempat Mookie Blaylock bermain. “Dia sedang berjalan di koridor di akhir pertandingan dan saya menghampirinya, memanggil namanya dan memberikan sebuah kaos. Dia melihatku dan tampak kebingungan. Saya tidak tahu apa pendapatnya soal itu semua. Beberapa waktu kemudian, Ament mengirimkan sebuah piringan hitam emas dan Blaylock membalasnya dengan memberikan sepasang sepatu tennis berwarna emas yang pernah dia gunakan untuk memenangkan permainan di H-O-R-S-E.
November 14, Tower Records, Yonkers, New York
Pearl Jam memainkan set 5 lagu akustik. Pada saat menyanyikan lagu “alive” Vedder bercanda dengan mengganti liriknya dan bercanda mengenai bermain di 7 show dalam 7 hari: “‘Is something wrong?’ she said/’Of course there is/I have no voice,’ he said. Empat jam kemudian, pearl Jam memainkan “Alive” dan “Porch” di toko CD World di menlo Park, New jersey dengan drummer Dave Abbruzzese.
December
Rolling Stone meminta Vedder membuat surat untuk mengisi edisi Year in Review. Dia menulis, “akhirnya musik sampai ke suatu titik. Ian bernyanyi, ‘We are all is here…,’ Perry bernyanyi, ‘These are the days…’ Cornell bernyanyi, ‘The Wreck is going down,’ dan dia benar. Bangun atau mati saja di tempat tidurmu.
December 10, City Coliseum, Austin, Texas
Vedder terus melakukan kesukaannya memanjat dengan risiko sendiri.
Eddie Vedder: Saya melihat kerangka atap dan saya merasa saya harus memanjatnya dan pergi ke atas. Ketika petugas keamanan gedung mencoba menghentikan, saya bilang, “Saya pemain band dan saya bisa ngapain aja," dan saya lanjut. Bodoh banget sih, tapi kalau kamu bisa memanjat pagar dan sampai di atap, itu suatu hal yang indah.”
December 11, Trees, Dallas
Setelah membuka Smashing Pumpkins dan Red Hot Chili Peppers di Bronco Bowl, Pearl Jam bermain di klub lain di kota yang sama dan menjadi headliner di sana. Vedder menghubungkan cerita nyata yang menginspirasi “Jeremy” yang terjadi di dekat Richardson, dan bercanda dengan meminta maaf kepada band setempat Dr. Tongue karena sudah mencuri Dave Abbruzzese dari mereka.
Photos are taken from Pearl Jam Twenty Book/Words are the translation of Pearl Jam Twenty Book/ copyrights belong to the author of the book. 

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?