Pindah Tugas

"Aku benci.
Ada yang mencoba merenggut senyummu pagi ini.
Jarak dan waktu." -- amus
Hari ini akhirnya datang juga. Hari ketika saya benar-benar harus pergi untuk menjalankan tugas di tempat yang baru. Sebelumnya, saya melalui beberapa tahap, dimulai dengan keluarnya surat keputusan pemindahtugasan, penyelesaian tugas-tugas di tempat yang lama, pelantikan di tempat baru sampai pada acara pelepasan dari tempat lama.
Saya sebenarnya tidak terlalu risau dengan perpisahan. Karena perpisahan, jika Allah menghendaki, akan berujung pada perjumpaan di waktu yang lain. Setiap hari kita sudah dilatih dengan perpisahan ini. Setiap berangkat kerja kita tentu akan berpisah dengan keluarga, walaupun hanya beberapa jam namun siapakah yang akan menjamin pertemuan kita dengan keluarga dan orang-orang yang kita cintai di rumah pada sore atau malam harinya?
Yang menjadi berat pada setiap perpisahan adalah meninggalkan kenangan, meninggalkan budi baik dari pribadi-pribadi istimewa. Semua yang dilalui bersama akan tinggal dalam ingatan dan membekas di dalam hati.
Selama empat tahun terakhir menjalin hubungan dengan teman-teman sejawat, saya mungkin lebih banyak menghabiskan waktu dengan mereka dibandingkan dengan keluarga setiap harinya. Masa-masa itu pasti memberikan kesan yang mendalam. Saya masih ingat bagaimana persaingan sengit untuk berebut makanan terjadi ketika ada di antara kami yang membawa makanan ke kantor. Apalagi kalau bendaharawan kami membeli nasi kebuli favorit, maka setiap orang akan benar-benar mempersiapkan alat-alat perang berupa mangkok dan sendok masing-masing dan berusaha menjadi yang pertama datang ke medan pertempuran: meeting room dimana nasi kebuli digelar.
Hari ini saya sudah berada di kota dimana tugas selanjutnya menanti. Dengan ijin Allah saya akan melaksanakan tugas saya dengan sebaik-baiknya sebagai pengabdian seorang hamba kepada Rabb-nya. Rendra pernah berkata dalam sebuah sajaknya: "Kita menyandang tugas, karena tugas adalah tugas. Bukannya demi surga atau neraka. Tetapi demi kehormatan seorang manusia." Bagi saya, tugas adalah tugas karena mengabdi memanglah tujuan penciptaan manusia.
Semoga saya selalu bisa mengisi hari-hari dengan harapan akan tiga hal yang kita panjatkan dalam doa: ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. Ilmu adalah bermanfaat jika mampu membuat kita lebih mengenal Tuhan kita, rezeki yang baik akan mampu menggerakkan manusia untuk beribadah dan mendekat kepada Tuhan-nya, amalan yang diterima akan mengantarkan kita pada keridhoan-Nya.

April 10, 2016 

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?