Posts

Showing posts from May, 2016

Belajar dari Masa Lalu

Kemarin adalah hari yang spesial buat saya. Spesial karena satu target untuk berkunjung ke tempat yang biasanya hanya saya dilewati saja sejak saya sampai di kota Pekanbaru tercapai sudah. Seharian kemarin, saya menghabiskan waktu di Pustaka Wilayah Riau yang disebut juga Pustaka Soeman Hs. Soeman Hs adalah seorang sastrawan keturunan Tapanuli asal Bengkalis, Riau. Karyanya, Mencari Pencuri Anak Perawan dikenal sebagai novel detektif pertama dalam kesusastraan Indonesia modern. Pustaka Soeman Hs terletak di jalan Sudirman tidak jauh dari kantor Gubernur Riau. Kalau kita mengunjungi kota Pekanbaru, Pustaka ini pasti terlewati karena letaknya di pusat kota. Well, karena menurut informasi yang saya dapat dari beberapa website, pustaka ini buka jam 9 pagi, jadilah saya datang jam 9 pagi. Ternyata menurut petugasnya, pustaka sudah buka jam 8 pagi lho, besok-besok saya bakal datang lebih pagi deh.

Mati Lampu

Setelah tinggal di Pekanbaru sekitar tujuh pekan ini, ada satu hal yang bisa dibilang layak untuk diantisipasi yaitu terputusnya aliran listrik PLN atau kita biasa sebut mati lampu (selanjutnya saya akan menggunakan istilah ini). Saya mendapati mati lampu ini sejak hari pertama saya menempati kamar kost. Agak mengherankan juga karena saat itu adalah tengah hari dengan cuaca cerah. Di Depok, mati lampu biasanya disebabkan karena gangguan peralatan yang diakibatkan oleh hujan deras dan petir. Dalam tujuh pekan itu, setiap pekan ada saja jatah mati lampu. Karena kamar yang kecil dan tidak berfungsinya pendingin ruangan maka mati lampu ini cukup membuat mati gaya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kamar berubah menjadi ruang sauna. Saya dan teman-teman kost biasanya berkumpul di luar kamar untuk mengobrol sambil menunggu lampu nyala kembali. Kalau kami cukup iseng, kami pergi mencari minimarket terdekat untuk sekedar ngadem dan meramaikan minimarket dengan mencandai kasir yang sedang …

Niat

Setiap kali hendak menuju ke boarding gate di Bandara Soetta, saya hampir selalu berhenti dan mampir ke sebuah toko buku yang terletak di persimpangan boarding gate domestik dan internasional. Setiap saya mampir dan melihat-lihat buku yang dipajang di sana, saya selalu berniat untuk membeli. Namun nyatanya, beberapa kali saya keluar toko buku tanpa membawa apa-apa alias cuman liat-liat doang. Saya jadi bertanya-tanya sebenarnya saya niat beli nggak sih?

Manusia Beruntung

Sekitar dua bulan yang lalu saya dan sekitar 1.500 pegawai lain di instansi tempat saya bekerja menerima surat keputusan pemindahan tugas. 1.500 orang lebih? ya benar, 1.500 orang lebih yang disebar ke berbagai penjuru Nusantara. Seorang teman saya sangat senang sekali karena dipindahtugaskan sesuai dengan harapannya, kota di mana keluarganya berada. Sudah beberapa tahun ini dia selalu menantikan untuk dapat dekat dengan keluarganya setiap hari karena sebelumnya dia hanya bisa mengunjungi keluarganya sebulan dua kali.

Paris, Sejarah yang Tersembunyi

Saya baru saja selesai membaca buku Paris, Sejarah yang Tersembunyi karya Andrew Hussey yang menurut tulisan tangan tanggal yang terdapat di sebuah halaman buku saya dapat dipastikan saya beli pada tanggal 14 Februari 2014. Artinya, saya baru menyelesaikan buku ini dalam waktu dua tahun tiga bulan. Waktu yang cukup panjang untuk membaca sebuah buku setebal 559 halaman. Namun bagi saya adalah sebuah prestasi karena seingat saya, saya belum pernah benar-benar selesai membaca secara penuh terjemahan Al-Quran dalam bahasa Indonesia yang tebalnya kurang lebih sama dengan buku ini dari halaman awal sampai akhir padahal saya sudah dikenalkan dengan Al-Quran mungkin sejak saya dilahirkan. Tentu saja ini menjadi PR besar buat saya. Saya akui setelah membaca buku ini - walaupun apa yang diceritakan dalam buku ini jauh dari kesan yang saya maupun mungkin orang-orang lain harapkan dari Paris - tidak akan merubah harapan saya akan bagaimana kota ini akan menyambut saya ketika mengunjunginya. Kita…

Waktu

Saya ingin memulai tulisan ini dengan rasa syukur kepada pemilik waktu. Rasa syukur yang tak terhingga karena saya merasa dikelilingi orang-orang yang mencintai saya dalam segala bentuknya dan dengan caranya masing-masing. Barusan saya membuka segala macam ucapan ulang tahun, membalasnya selagi saya bisa. Saya jadi teringat tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, banyak doa yang terucap dari teman-teman dan nyatanya sampai saat ini saya selalu merasakan doa-doa yang terkabul. Saya sehat, dicintai, dan selalu diberi perlindungan oleh Allah, untuk itu saya mengucapkan terimakasih.

Pindah Tugas

"Aku benci.
Ada yang mencoba merenggut senyummu pagi ini.
Jarak dan waktu." -- amus Hari ini akhirnya datang juga. Hari ketika saya benar-benar harus pergi untuk menjalankan tugas di tempat yang baru. Sebelumnya, saya melalui beberapa tahap, dimulai dengan keluarnya surat keputusan pemindahtugasan, penyelesaian tugas-tugas di tempat yang lama, pelantikan di tempat baru sampai pada acara pelepasan dari tempat lama. Saya sebenarnya tidak terlalu risau dengan perpisahan. Karena perpisahan, jika Allah menghendaki, akan berujung pada perjumpaan di waktu yang lain. Setiap hari kita sudah dilatih dengan perpisahan ini. Setiap berangkat kerja kita tentu akan berpisah dengan keluarga, walaupun hanya beberapa jam namun siapakah yang akan menjamin pertemuan kita dengan keluarga dan orang-orang yang kita cintai di rumah pada sore atau malam harinya?

Rezeki

Dulu, semasa saya kecil, masa sebelum mall dan Timezone, Muludan atau pasar malam di alun-alun keraton Kasepuhan merupakan tempat hiburan yang sangat istimewa di kota Cirebon. Muludan ini diselenggarakan sekitar satu bulan sebelum tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pasar malam yang berlangsung sebulan penuh itu sangat dinantikan seluruh warga cirebon sebagai event belanja sekaligus rekreasi. Ratusan pedagang datang dari berbagai daerah seluruh lndonesia. Mereka juga rela membayar sewa yang mahal untuk berjualan di area Muludan dengan harapan dapat meraup untung yang melimpah dengan berkunjungnya hampir seluruh warga kota.

Pendengaran, Penglihatan dan Hati

Al Mukminun 78, Al mulk 23, Assajdah 9, Al An'am 46, AnNahl 78, Al Isra 36, Al Ahqaf 26, Al Jathiyah 23, Al Baqarah 7 Jika kita masih punya waktu, bukalah beberapa ayat di atas. Bacalah dengan seksama, bacalah dengan perlahan-lahan, resapi artinya, selami maknanya. Beberapa ayat di atas menyebutkan tiga anugerah yang Allah berikan kepada manusia. Pendengaran, penglihatan dan hati. Tiga anugerah yang jika digunakan dengan baik akan mengantarkan kita menuju kebahagaiaan yang hakiki. Adakah tanda-tanda kekuasaan Allah yang lebih besar dari kalam Allah? Sungguh manusia telah diberi keistimewaan dengan dibacakan kepada mereka kalam Allah yang disampaikan oleh Jibril melalui lisan baginda Nabi. Tapi apakah semua benar-benar mendengarkan?

Selamat Jalan Nandha

Cinta sejati takkan pergi.
Selamanya tinggal di hati.
- amus Malam itu, untuk beberapa saat saya temenung. Saya baru saja sampai di rumah dan istri saya mengabarkan kalau teman kami, My Nandha, sudah berpulang. Saya tidak mendapatkan kabar itu sebelumnya karena HP saya tertinggal di rumah. Saya dan istri lalu mengingat beberapa pertemuan kami sekeluarga dengan Nandha. Beberapa tahun yang lalu, kami pernah bertemu dengan Nandha, suaminya Olitz Vondanoe dan anak semata wayangnya Sean di sebuah hotel di Ancol. Nandha sekeluarga sedang bermain air di kolam renang. Kami sempat mengobrol sebentar, lalu saya juga bermain-main dengan kedua anak saya. Di lain waktu, keluarga kami juga pernah bertemu ketika saya meminta bantuan Olitz dalam sebuah pertunjukan yang saya buat. Pertemuan terakhir istri saya dengan Nandha yang diingatnya adalah pada sebuah acara halal bi halal di anjungan Bali TMII. Saya sendiri setelah itu masih sempat bertemu Nandha dan Olitz di beberapa acara.

Kematian

Masih tentang masjid Nabawi, ada satu hal yang saya perhatikan pada hari pertama saya shalat di Masjid Nabawi, hampir setiap selesai shalat Wajib, muadzin akan mengumumkan bahwa sebentar lagi ada shalat jenazah. “Assholaatu ├ílal amwaat rohimakumullah…” begitulah pengumuman dikumandangkan apabila ada beberapa jenazah yang akan dishalatkan. Sekitar dua menit kemudian para Jamaah akan mengikuti imam melaksanakan shalat jenazah. Pada awalnya saya merasa penasaran jenazah siapa yang dishalatkan di Masjid Nabawi. Keesokan harinya, sesuai jadwal dari travel, saya dan rombongan di jadwalkan untuk mengunjungi pekuburan Baqi. Sebelumnya saya tidak tahu juga apa itu pekuburan Baqi. Menurut pembimbing rombongan, Baqi adalah pekuburan utama penduduk Madinah sejak zaman Rasulullah.