"Dave Abbruzzese, We Are Looking for a New Drummer."

Pearl Jam/unknown

"Ketika mereka bersaksi di depan kongres, saya sedang berada di Indonesia, menikmati hidup. "
 - Dave Abbruzzese.

Pada saat Pearl Jam sibuk dengan tuntutannya kepada Ticketmaster, Dave tidak begitu ambil pusing. Dia malah pergi santai-santai ke Indonesia untuk liburan. Dave tidak terlalu setuju dengan kebijakan band untuk melakukan perlawanan terhadap Ticketmaster. Dave berpendapat bahwa Pearl jam lebih baik menghabiskan waktunya untuk bermain musik daripada terlibat dalam perseteruan itu. menurutnya itu hanya buang-buang waktu saja.

Suatu hari di akhir Juli 1994, Dave menelpon Kelly Curtis untuk memberinya kabar. Kelly waktu itu sedang dalam perjalanan ke bandara bersama Eddie. Mereka sedang menuju ke New Orleans untuk menghadiri sidang kasus keributan yang melibatkan Eddie di sebuah bar. Dave berharap semuanya berjalan dengan lancar dan menitipkan salam kepada Eddie. Kelly menjawab kalau semuanya baik-baik saja dan berpamitan. Namun sebelum menutup telpon dia mengatakan bahwa Stone ingin berbicara dengan Dave. Setelah menelpon Stone, keesokan harinya Dave janjian untuk sarapan bareng Stone. 

Sarapan di awal Agustus 1994 itu menjadi sarapan yang tidak akan dilupakan Dave selamanya. Sesaat setelah dia duduk, Stone menatapnya untuk beberapa detik dan mulai berbicara. "Dave Abbruzzese" Stone mengawalinya dengan menyebut nama Dave. Stone lalu berhenti sebentar, sepertinya mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apa yang telah dipersiapkannya. Dengan segenap keberaniannya dia berkata, "Kami sedang mencari drummer baru". Rasa tidak percaya menyelimuti benak Dave. Hatinya luluh lantak.

Setelah Dave pulang ke rumah, Mike dan Jeff menelpon. Sepertinya, mengeluarkan Dave adalah keputusan sulit bagi semua orang kecuali Eddie Vedder. Eddie tidak pernah lagi berbicara dengan Dave setelah peristiwa itu kecuali dalam satu kesempatan Eddie menyapa Dave ketika mereka bertemu usai sebuah show Chris Cornell.


Dalam sebuah kesempatan Jeff Ament berkata, "Dave memang berbeda. Dari segi kepribadian, banyak hal yang saya rasa tidak cocok dengannya. Dia lah yang paling nyaman menjadi rock star dibandingkan kami semua. Pesta, cewek, mobil. Saya tidak tahu apakah ada yang sama dengannya. Secara musikal, ketika kamu bilang "Saya ingin musik kita terdengar seperti Buzzcocks," Saya tidak yakin dia akan nyambung. Dia itu selalu ribet dengan masalah teknis, sedangkan kami semua bermain dengan menggunakan perasaan dan dengan menonton band-band lain."


Menanggapi itu, Dave mengatakan bahwa pernyataan Jeff Ament tersebut sungguh tidak sopan dan tentu saja tidak benar. "Hanya saya anggota band tidak berganti pacar selama delapan tahun. Saya juga membeli mobil bekas dan memakainya. Dia membuat saya terdengar nyentrik dan terlihat suka pamer. Kami bekerja keras untuk menjadi sukses. Yeah, kami adalah Rock Star. Saya kira tidak akan ada yang perduli. Menjadi cover majalah yang didalamnya ada artikel tentang bagaimana kamu tidak mau menjadi cover, itu baru namanya munafik dan suka pamer." Ujarnya. "Saya juga tidak ambil pusing soal the Buzzcocks. Kalau saja ada yang pernah menyebutkan tentang itu, saya pasti akan mendengarkannya. Mereka tidak pernah bilang kalau itu harus terdengar seperti ini atau apalah."


Komunikasi Dave dengan Jeff dan Eddie tidak berjalan baik. Hal ini diyatakan oleh Stone Gossard, "Entah kenapa komunikasi Dave dengan Ed dan Jeff sangat buruk. Namun saya tidak berfikir bahwa kebuntuan komunikasi itu bukan semata-mata kesalahan Dave." Ujarnya. "Hal yang sebenarnya terjadi adalah bisa dibilang seperti 'Hey, kita sudah mencoba tapi tidak berhasil; waktunya move on.'" 


"Sukses datang menghampiri kami dengan cepat, dan tidak ada seorang pun yang mau mengutarakan pandangannya tentang itu karena mereka takut akan reaksi Eddie." ujar Dave. "Tidak seorang pun bicara bagaimana rasanya bermain di depan tujuh ribu penonton dan itu sangat luar biasa, karena jika Eddie tidak senang mendengarnya, dia akan marah dan mungkin saja dia akan bilang 'kita perlu kembali tur menggunakan van dan main di klub-klub kecil' dan saya kira tidak ada yang mau melakukan itu. kedengarannya memang romantis, tapi itu sangat sulit dilakukan. Kenapa kita harus melakukan hal itu padahal kita tidak perlu melakukannya? Saya fikir itu konyol."


Sebenarnya, Dave dengan Eddie adalah pribadi yang sama-sama hangat. Merekalah yang paling gampang diajak mengobrol. Ada satu hal lagi kesamaan Dave dan Eddie: mereka sama-sama ambisius. Masalahnya adalah, banyak sekali perbedaan yang membuat mereka kurang cocok satu sama lain.


Salah satu perbedaan dari mereka adalah sikap mereka dalam menceritakan perasaan mereka di hadapan publik. Dave cenderung lebih gampang mengungkapkan apa yang dia rasakan dan berbagi segala yang ada dalam benaknya, sedangkan Eddie akan menyimpannya rapat-rapat. Bagi Dave, sikap Eddie tersebut terlihat seperti akal-akalannya saja. Dave menganggap Eddie sadar betul kalau dirinya menjadi perhatian dan menjaga imagenya di depan publik. 


Dari awal Eddie sepertinya tidak terlalu akur dengan Dave. Bahkan, untuk urusan drum kit Dave saja, Eddie pernah mengeluh kalau Dave menggunakan terlalu banyak cymbal. Perbedaan pandangan mengenai bagaimana Pearl Jam seharusnya menyikapi ketenaran mereka yang mulai menanjak juga menjadi salah satu hal yang memicu ketidakcocokan. Dave setidaknya berani mengatakan bahwa kesuksesan Pearl Jam adalah sesuatu yang pantas untuk dirayakan karena mereka telah bekerja keras untuk itu. 


Mengenai hal ini Mike McCready menyatakan kalau Dave adalah bagian yang tak terpisahkan yang menjadikan Pearl Jam seperti sekarang ini. Tidak lain karena Dave adalah drummer yang sangat hebat. Mike juga berkata bahwa pada awalnya Dave bisa menyesuaikan diri dan dia juga bisa akur dengannya. Namun sepertinya tidak dengan Eddie Vedder.

Beberapa rumor juga muncul menebak-nebak apa yang sebenarnya menjadi penyebab pemecatan Dave dari Pearl Jam. Salah satunya yang paling terkenal adalah cerita klasik tentang Dave yang tidak sengaja menyenggol sebuah gitar milik Eddie di Studio pada waktu dia buru-buru untuk menghadiri sebuah acara. Eddie sangat tidak senang dikarenakan gitar itu adalah pemberian Pete Townsend. Namun, hal tersebut dibantah oleh Dave. "Merusak salah satu gitar Eddie? Itu tidak pernah terjadi. Tidak, saya tidak pernah merusak apapun." Ujarnya.

Produser Vitalogy, Brendan O'Brian bercerita tentang hal ini. "Saya ingat hari terakhir saya bertemu dengan Dave. Dia berada di studio di Atlanta, dan kami sedang rehat sebantar dalam pengerjaan Vitalogy. Eddie sedang kesulitan mencari suara yang pas untuk gitarnya. Saya tahu Eddie adalah fans besar Pete Townsend jadi saya mencarikan untuknya sebuah gold top '69 Les Paul. Dia datang ke studio dan saya katakan kalau saya punya sesuatu untuknya. Dia sangat senang hingga hampir menangis. Pada waktu itu hubungan saya dengan Eddie juga tidak begitu bagus. Namun, itu adalah salah satu moment terbaik bagi kami. Keesokan harinya, saya bertemu Engineer Nick DiDia. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, 'Hei, kamu harus melakukan sesuatu.' Dave waktu itu terburu-buru karena dia harus melakukan sesuatu. Dia berkata kepada saya, 'Saya menyenggol gitar ini, saya akan bayar biaya perbaikannya' Headstock gitar itu rusak dan itu benar-benar suatu kecelakaan. Saya ingat saya berkata padanya,'Mungkin kamu perlu bicara pada Ed soal ini' tapi sepertinya dia harus segera pergi. Eddie datang setelahnya dan terlihat sangat kecewa. Saya masih ingat raut wajahnya. Setelah kejadian itu Kurt meninggal. Seharusnya kami kembali untuk menyelesaikan Vitalogy namun semua orang malah mengambil cuti panjang. Mereka juga tidak mengadakan tur. Semua orang seperti terlontar dalam sebuah pusaran. Di masa itulah Dave dikeluarkan dari band."

Eddie sepertinya ingin menjauhkan Pearl Jam dari anggapan sebagai 'corporate, aternative, cock-rock fusion' yang pernah dituduhkan mendiang Kurt Cobain. Eddie sepertinya ingin menjaga semangat underground punk dengan melakukan tur dengan van dan bermain di klub-klub kecil. Kenyataannya, menjadi besar adalah hal tidak bisa dihindari oleh Pearl Jam. Tidak lama kemudian mereka pun melakukan tur dengan menggunakan bus. Ketika personel lain enggan menunjukan kalau mereka senang akan kesuksesan itu, Dave tidak ragu-ragu untuk menunjukannya.

Ketika penjualan Nevermind mencapai 3 juta copy, album-album rilisan band Seattle lainnya pun mulai merangkak naik, salah satunya adalah Ten. Ketika Ten meraih gold, reaksi semua anggota Pearl Jam biasa-biasa saja. Namun tidak dengan Dave. "Kami sedang makan di restoran dan Jeff berkata 'Em, penjualan Ten mencapai gold beberapa hari yang lalu.' ujar Dave, "Berita itu seperti lewat begitu saja, tidak ada yang benar-benar bereaksi. Saya sendiri menahan diri untuk meluapkan kegembiraan. Lalu saya pulang ke hotel dan pergi ke kamar Eric Johnson. 'Hey, Ten dapat gold lho. Yes!' di sana saya meluapkan kegembiraan, meloncat-loncat kegirangan. Saya selalu pergi ke kamar Eric untuk merayakan semua karena jika saya melakukannya di depan anggota band yang lain pasti semua melihat saya dan bertanya, 'Hey, ada apa denganmu?'

Ada cerita yang menarik ketika Dave baru saja membeli sebuah Infinity hitam. Sebelumnya, Stone lebih dulu membeli sebuah Volvo dan Jeff memilih sebuah Grand Cherokee. Dave ingin memamerkan Infinity hitamnya kepada teman-teman band nya usai latihan di Potatohead Galleria. Dave sengaja tidak mengatakan tentang mobil barunya tersebut sampai mereka semua keluar dari studio latihan. Dave menunjukan mobilnya dan menanyakan pendapat mereka.  "lihatlah.." Dave berkata pada teman-temannya, "Gimana mobil gw?" Namun, reaksi mereka jauh dari harapan Dave. Yang lain hanya melongo. Sebelum akhirnya Jeff berkata 'Heh..' dan Stone mengatakan sesuatu 'Baiklah, itu keren'. Tidak seorang pun dari mereka masuk atau sekedar mengintip bagian dalam mobil. Eddie hanya berdiri dan melipat tangan dan terlihat kurang minat dengan cat mobil Dave yang hitam mengkilat dan pelek-pelek ban mobil Dave yang bersinar. Eddie sendiri hanya membeli sebuah truk butut yang selalu dikendarainya sejak dia pindah ke Seattle. Setelah Teman-temannya pergi Dave menyalakan mobilnya dan duduk di sana untuk waktu yang lama.

Ketenaran yang digapai Pearl Jam membuat Eddie terlalu paranoid. Setidaknya di mata Dave, Eddie melakukan sesuatu yang tidak terlalu perlu. Eddie melakukan hal-hal yang malah membuat Pearl Jam terekspos. Kenyataan bahwa Eddie menjadi pusat perhatian dan menerima lebih banyak tekanan dari ketenaran itu membuat Eddie seolah-olah memegang kartu truf Pearl Jam. Anggota band yang lain seakan takut untuk menyatakan apa yang ingin mereka katakan. Mereka takut Eddie meninggalkan Pearl Jam sehingga mereka membiarkan Eddie dengan segala keluh kesah nya. 

Itu adalah sebuah kompromi yang dilakukan untuk menjaga Pearl Jam tetap ada. Stone dalam sebuah wawancara Rolling Stone menyatakan bahwa "Lagu Animal mewakili perjuangan yang kami lalui dalam membuat album Vs." Ujarnya, "Kebebasanmu, jiwamu- melawan kebebasan dan jiwa yang lain. Dalam band ini, kompromi sama pentingnya dengan ekspresi pribadi. Kamu mungkin punya lima orang seniman handal dalam sebuah band, tapi jika mereka tidak mampu berkompromi dan bekerja sama, kamu tidak bakal mempunyai sebuah band yang hebat.  Mungkin makna lagu itu berbeda menurut Eddie, tapi menurutku jika kamu dengarkan liriknya, masuk akal juga kalu diterjemahkan demikian."

Secara harfiah, kompromi tersebut juga bisa diterjemahkan dalam pembagian jatah royalti lagu. Suatu saat, Stone menyatakan bahwa efektif per album Vs., pembagian royalti lagu dirubah dari rata 20 persen masing-masing anggota Pearl Jam menjadi 36 persen untuk Eddie dan anggota yang lain kebagian masing-masing 16 persen. Perubahan itu tidak jelas apakah memang diminta oleh Eddie ataukah itu ditawarkan Stone untuk membujuk Eddie. Di antara semuanya, hanya Dave lah yang menanyakan tentang perubahan itu. Menurut Dave, Stone memberikan alasan karena Eddie harus menghadapi lebih banyak tekanan.

Entah karena keras kepala atau karena kenaifan-nya, Dave tidak bisa menerima kenyataan bahwa semua anggota band yang lain jelas menganggap Eddie tidak tergantikan. Hal itu mengancam fondasi Pearl Jam, atau setidaknya posisinya sendiri di Pearl Jam. 

Eddie jelas pada saat itu punya daya tawar tersendiri yang menyebabkan anggota band yang lain seolah-olah selalu menuruti keinginannya. Di belakang panggung sebelum konser di Murfreesboro, Tennessee, Pearl Jam mengadakan sebuah band band meeting yang berjalan panas.  Pertama-tama mereka membahas tentang masalah minum Mike kemudian berujung kepada masalah komunikasi. Mike mengatakan sesuatu tentang tidak dilibatkannya dia dan Dave dalam keputusan yang diambil oleh Band. Alasan yang dikemukakan anggota yang lain adalah bahwa mereka kurang meyakinkan dalam dalam memperjuangkan pendapat mereka. Dave lalu berkata pada Eddie bahwa dia tidak mungkin memperjuangkan sesuatu yang belum benar-benar dia fikirkan. Meeting berjalan dengan kisruh. Terjadi saling teriak dan saling tunjuk. Lalu Eddie dengan seenaknya menyatakan sesuatu yang membuat semua argumen dan pertengkaran tadi tidak berguna sama sekali. Eddie berkata "Saya tidak yakin kalau saya mau melakukan tur musim panas ini." Dan semua yang ada di sana termasuk manajer Kelly Curtis terkejut dan serentak berkata "Apa?" dan kemudian pembicaraan beralih pada bagaimana mereka telah menyiapkan segalanya dengan susah payah. Merencanakan konser di venue-venue yang tidak bekerjasama dengan Ticketmaster. Setelah itu dia berkata, "Sudahlah...lupakan saja."

Dave pernah berbicara buka-bukaan kepada Cameron Crowe tentang hubungannya dengan Eddie dan Pearl Jam. Cameron menyadari dinamika yang terjadi  membuat Dave terusik dan tidak ada seorang pun anggota yang lainnya berusaha melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Dave sangat kecewa ketika artikel Rolling Stone yang ditulis Crowe keluar. Menurutnya isinya hanya tentang Eddie Vedder dengan tambahan sedikit bumbu Pearl Jam di dalamnya. Hal yang membuat Dave sangat heran adalah Bagaimana Eddie selalu menyatakan ketakutannya akan seseorang yang menggunakan nama band untuk kepentingannya sendiri namun menurutnya Eddie sendiri melakukannya.

Ketika Pearl Jam mempertimbangkan untuk hanya melakukan interview dalam rangka promosi album vs, Dave sedang mengerjakan cover story-nya dengan majalah Modern Drummer. 

Di suatu malam di Verona, fotografer Lance Mercer dan Dave sedang berdiskusi tentang bagaimana mereka akan mengirim foto untuk majalah Modern Drummer. Eddie Vedder yang mendengar pembicaraan mereka berkata bahwa dia tidak ingin Dave menjadi cover story majalah itu. Protes Dave ditanggapi Vedder dengan membawa manajer mereka. Senada dengan Vedder, Kelly Curtis mengatakan bahwa Dave melakukan itu pada waktu yang tidak tepat. Dave membalas dengan memberikan pembelaan diri bahwa sebelumnya semua anggota yang lain tahu kalau Dave sedang mengerjakan cover story itu. Dia juga beralasan kalau Stone dan Jeff juga melakukannya, hanya saja kebetulan cover nya berbarengan dengan keputusan Pearl Jam itu. Eddie menimpali dengan mengatakan "Telpon saja mereka dan bilang tidak, dan suruh mereka mencari orang lain. Kamu bisa melakukannya di musim semi nanti." Namun, Dave tidak menurut begitu saja. Dia pun mencari dukungan dari anggota band yang lain, namun sepertinya yang lain hanya cari aman saja, tidak ada yang berani membela Dave. "Tidak ada yang berani ikut campur". 

Kelly Curtis mengingatkan Dave untuk mempertimbangkan pembatalan cover story-nya di majalah tersebut. Dave tetap melakukannya karena merasa wajib berkomitmen. Kelly menanggapi dengan berkata, "Lakukan yang menurut kamu benar, mudah-mudahan kamu siap dengan segala konsekuensinya." 

Ditengah situasi itu Dave bisa saja lebih bijak dan menuruti saran Eddie dan Kelly Curtis. Namun Dave menganggap kalau apa yang dilakukannya sudah benar. Dia memutuskan untuk tetap melakukan itu.

Dikeluarkannya Dave dari band tetap menyisakan pertanyaan yang tak terjawab hingga saat ini. Seminggu setelah pertemuan Dave dengan Stone, Kelly Curtis membuat pernyataan resmi kepada pers bahwa Dave keluar dari band dengan baik-baik dan dapat diterima oleh semua pihak. 

Tidak lama setelah siaran pers itu, Dave menyangkal apa yang dikatakan Curtis. "Pearl Jam dibentuk dari pribadi-pribadi dan filosofi yang beragam. Untuk alasan yang saya sendiri tidak dapat mengerti, anggota lain sepakat untuk memecatku untuk sebuah tujuan yang mereka anggap aku tidak sejalan. Saya tidak pernah dilibatkan dalam membuat keputusan itu, namun saya menerimanya dan saya bangga telah menjadi bagian dari Pearl Jam. 

Bagi fans, kabar tentang keluarnya Dave atau dikeluarkannya Dave dari Pearl Jam bagaikan petir di siang bolong. Berita tersebut sangat sulit diterima. Mereka kehilangan sosok anggota Pearl Jam favorit yang selalu punya waktu untuk melayani permintaan tanda tangan atau berbicara dengan penonton konser. Fans yang hanya tau kekompakan band mereka di panggung tanpa mengetahui segala kekisruhan yang terjadi di dalam tubuh Pearl Jam merasa keputusan itu sangat tidak adil. Pertanyaan mengenai alasan mengapa Dave dikeluarkan dari band selalu saja mengemuka dan menjadi perdebatan yang panjang. Hingga telah digantinya beberapakali drummer Pearl Jam setelah Dave, maish terdapat fans yang merasa tidak ada Pearl Jam tanpa Dave dan berhenti di album Vitalogy.

Stone, dalam buku Pearl Jam Twenty, bertahun-tahun setelah kejadian itu mencoba berbicara lagi tentang hal ini ,"Dave adalah seorang genteleman. Dia adalah orang yang baik dan seorang drummer yang handal, dan dia memberikan banyak kontribusi bagi Pearl Jam. Tapi dia berada dalam situasi dimana lima orang harus berjalan bersama. Lalu datanglah masa di mana konflik personal tidak dapat diselesaikan dengan baik, saat itulah kita harus membuat perubahan. Dia berada pada situasi dimana band harus melakukan perubahan dan saya sudah berusaha memfasilitasinya karena saya merasa sebagai bagian dari band. Ada hal yang dilewatkan oleh Dave yaitu kesempatan untuk mencari tahu masalah yang sebenarnya terjadi dan menyelesaikannya sehingga dia tidak dikeluarkan dari band. Saya kira siapa saja yang mendengarkan album Pearl Jam bersamanya akan setuju kalau dia adalah drummer yang hebat. Yang menjadi masalah bukanlah permainan drumnya, masalahnya adalah dia harus bisa mencocokan diri ke dalam sebuah grup yang berisi lima orang dengan kepribadian yang kuat dan berbeda-beda, melakukan semuanya dengan cara yang bisa diterima semua orang. Saya sangat menyesal kalau itu pada akhirnya tidak berhasil. Andai saja bisa berhasil.


Ditulis kembali dari berbagai sumber:
- Five against one - the Pearl Jam Story, Kim Neely
- Pearl Jam Twenty, Cameron Crowe
- Everybody Love Our Town - Mark Yarm

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?