Kisah di Balik “Vitalogy”

Vitalogy Album cover . c: Pearl Jam
Untuk sebagian fans Pearl Jam, “Vitalogy” mungkin bukanlah album favorit mereka. Faktanya, “Vitalogy” adalah album kedua (setelah “Vs.”) yang memegang rekor sebagai album Pearl Jam dengan penjualan tercepat. Di Amerika Serikat saja, album ini pada minggu pertamanya terjual sebanyak 877.000 keping dan berhasil duduk di puncak “Bilboard 200”  berbulan-bulan lamanya!

“Vitalogy” dirilis sekitar setahun setelah “Vs.”. Sebenarnya, saat “Vs.” dirilis pun, Pearl Jam sudah punya cukup bahan untuk membuat “Vitalogy”. Beberapa lagu seperti “Whipping”, “Last Exit”, dan “Tremor Christ” malah sudah dimainkan secara live dalam tur “Vs.”.

Album ini menandai lahirnya Eddie Vedder yang punya kemampuan menulis lagu handal. Dia tidak lagi melulu sebagai sosok vokalis dengan kepribadian yang unik belaka. Jumlah lagu yang ditulisnya juga cukup signifikan.

“Spin The Black Circle”, single pertama dari album ini yang nantinya diganjar Grammy, lahir dari ketidaksengajaan saat Eddie memutar kaset demo berisi riff yang diberikan Stone Gossard menggunakan pitch yang salah. Kesalahan itu menyebabkan demo tersebut terdengar sangat cepat dan punk. Tak heran, saat mereka mengajukan lagu ini sebagai single pertama “Vitalogy”, para petinggi di Epic, perusahaan rekaman tempat Pearl Jam bernaung, mengernyitkan dahi!

Eddie Vedder, setelah proses penggarapan album selesai, meminta “Better Man” dikeluarkan dari “Vitalogy”. Tentu saja ini membuat berang sang produser, Brendan O’Brian, yang sebelumnya juga sudah gagal memasukkan lagu tersebut ke album “Vs.”.Dengan berbagai upaya, termasuk merekam kembali verse dan chorus pertama “Better Man” dengan hanya menggunakan organ dan gitar, dia akhirnya berhasil meyakinkan Eddie bahwa lagu itu memang pantas masuk ke album. Sungguh tak terbayang jika dulu upaya itu gagal. Kita tidak akan pernah mendengar sing along puluhan ribu penonton dengan menyalakan korek api di Madison Square Garden menyanyikan “Better Man”.

“Corduroy”, salah satu lagu paling dikenal di album ini, ditulis oleh Eddie Vedder ketika dia melihat betapa replika jaket belel-nya dijual di toko-toko dengan harga ratusan dollar! Lagu ini jadi semacam tumpahan kemarahannya pada industri yang hanya memperalat musik untuk tujuan komersil semata.

Satu cerita gelap dalam pembuatan “Vitalogy” menyangkut sang gitaris utama, Mike McCready. Jika ditanya bagaimana proses pembuatan album ini, Mike tidak akan mampu sepenuhnya menjelaskan. Kenapa? Karena saat itu sebagian besar waktunya habis dalam pergulatannya bersama alkohol dan obat bius!Beruntung dirinya punya rekan band sekaligus sahabat sebaik Stone Gossard dan Jeff Ament. Kedua orang inilah yang tak kenal lelah mendorong dan membantu Mike masuk pusat rehabilitasi hingga akhirnya bisa sembuh dan bisa kembali bermusik sampai hari ini.

Kisah gelap lainnya adalah pemecatan Dave Abbruzzese dari kursi drummer. Hubungannya yang tidak mesra dengan anggota band lainnya, terutama Eddie Vedder, memaksa dirinya didepak keluar setelah proses pembuatan album selesai. Hingga hari ini, tidak ada versi yang 100% dapat kita percaya terkait alasan utama mengapa dia sampai dipecat dari Pearl Jam. Penggantinya, Jack Iron, ikut menyumbang karya di album ini, dalam bentuk lagu-lagu aneh dan seram semacam “Pry, To”, “Aye Davanita”, “Bugs”, dan “Hey Foxymophandlemama, That’s Me”. Lagu terakhir berisi rekaman ocehan orang gila di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Sungguh cara yang aneh untuk memperkenalkan drummer baru!

Dari sisi produksi, “Vitalogy” adalah album yang berbiaya besar. Sekitar 40% royalti Pearl Jam habis untuk membiayai artwork album ini yang sebagian besar dikerjakan menggunakan tangan karena bentuknya yang tidak mengikut standar manufacturing pada umumnya.

Jika ada yang paling terpukul dan kecewa dengan “Vitalogy”, maka itu pastilah Stone Gossard. Album ini menggeser perannya sebagai penulis lagu paling produktif Pearl Jam. Di album ini arah musikalitas Pearl Jam tidak lagi ditentukan semata oleh dirinya dan Jeff Ament, namun mulai mengakomodasi selera Eddie Vedder. Bagi Stone Gossard, kelahiran “Vitalogy” adalah juga kematian peran lamanya. Namun kini, ketika ditanya lagi, Stone memberi jawaban yang sungguh berbeda dengan waktu album ini pertama kali keluar. “Sekarang, “Vitalogy” adalah salah satu album favorit saya dan memuat lagu-lagu yang begitu penting bagi karir kami dan bagi saya pribadi.”

Artikel ini pernah dimuat di RVM 3 telah dieditoleh editor RVM 3.magazine.

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?