PJ20: 1990 part 4




September 13

Setelah menambahkan vokal pada kaset instrumental dengan perekam 4-track-nya, Eddie Vedder menjadikan 3 lagu karangannya sebuah mini opera dan diberi nama: Momma-Son. Terdiri dari lagu-lagu "Alive," "Once," dan "Footsteps." Dalam "Alive," lagu itu menceritakan seseorang yang mendapati sebuah kenyataan bahwa orang yang selama ini dikiranya sebagai ayahnya ternyata bukan -- mirip dengan kejadian yang dialami Vedder dalam kehidupan nyata. Dalam "Once," karakter dalam lagu tersebut berubah menjadi pemarah dan berbahaya (Once upon a time, I could control myself) dan dalam "Footsteps," dia menceritakan hidupnya yang terbuang sia-sia di dalam sel penjara. Hari itu, Vedder berselancar di Pacific Beach, menulis lagu, merekamnya pada kaset Merle Haggard's Greatest Hits dan mengirimkannya kepada Jeff Ament di Seattle.

Eddie Vedder: Jack memberi saya kaset demo itu, dan saya membawanya ke tempat kerja, kebetulan saya sedang shift tengah malam. Jadi, saya mendengarkan kaset itu terus dan besoknya saya pergi berselancar. Lagu-lagu dalam kaset itu terngiang-ngiang di kepala saya. Saya menulis sekitar 3 lagu pada hari yang sama, dan mengirimkannya sekitar jam empat sore sebelum saya kembali bekerja shift sore. Saya beri artwork di kaset yang saya buat dengan seadanya. Di situ saya tulis juga nomor telepon saya, barangkali mereka mau menelepon nanti. Begitu saja.

Semuanya datang sebagai satu kesatuan, di air. Hari itu sangat berkabut. Saya ingat, kamua tidak bisa melihat ombak yang datang. Bahkan ombak setinggi 20 kaki pun, jadi kamu hanya bisa menunggu saja. Dan mungkin saya terlalu jauh dan hanya meluncur dan mungkin ... Ketika saya memikirkannya lagi. Saya tidak ingat kalau saya banyak berselancar hari itu. Saya cuma ingat berada di sana. Saya tidak ingat ombak yang saya dapati hari itu. Dan kamu tahu, para peselancar mengingat ombak yang datang padanya. Saya tidak mengingat ombak yang saya temui, mungkin satu, satu ombak yang sangat besar.

September 19

Kaset Vedder tiba di Seattle dan membuat Ament, Gossard dan McCready takjub. Mereka langsung menghubungi Vedder dan memintanya terbang ke Seattle segera untuk mengikuti audisi.

Jeff Ament: Kami mendapatkan kaset yang berisi "Alive" dan "Once" dan "Footsteps". Lagu-lagu itu tidak banyak berubah di versi album. Saya fikir, dia pasti begadang dan menulis trilogi gila yang berpusat pada satu karakter. Ketika saya mendengarnya untuk pertama kali, saya fikir, wow, itu sangat bagus sekali. Saya dengarkan dua kali lagi dan saya fikir itu luar biasa. Jadi saya menelepon Stone dan berkata, "Saya fikir kamu perlu kemari dan beri tahu pendapatmu"

Stone Gossard: Pilihan Eddie sangat berbeda dari apa yang saya harapkan. Hasil kerja Ed sangat perpatokan pada. Dia harus menemukan melodi dari lirik itu supaya benar-benar menjadi bagus. Saya rasa saya terbiasa dengan penyanyi yang menemukan melodinya terlebih dulu lalu mencocokannya dengan kata-kata.

Mike McCready: Itu memang sudah takdir. Itu pasti merupakan gabungan dari keberuntungan, waktu yang tepat dan takdir. Kami memberikan kaset itu kepada Jack Iron, dan dia kebetulan mengenal Ed dari sebuah perjalanan hiking, kamu tahu itu? Lalu Ed pergi surfing dan menambahkan lirik pada tiga lagu itu. Ada hal lain di alam ini yang terjadi di luar apa yang direncanakan. Karena kamu bisa berencana sebanyak yang kamu mau, tapi hidup ini berjalan seperti seharusnya. Ada seseorang yang pernah kita coba sebelum Ed.Boom. Kamu tidak bisa merencanakan itu. Itu tidak mungkin. Cerita di balik semua yang terjadi sungguh sangat fantastis.

Eddie Vedder: Semuanya memakan waktu 12 jam. Saya bisa saja tidak menyelesaikan itu. Saya bisa saja mengacaukannya dan tidak menulis lagu-lagu itu.

Jack Iron: Di suatu saat ketika tur Redd Kross, saya dengar Eddie berada di Seattle. Semuanya sesederhana itu.

Matt Cameron: Cerita lucunya adalah, saya tidak pernah punya rekaman yang layak dari sesi-sesi yang saya kerjakan dengan mereka. Setelah saya mengerjakan demo, saya tidak benar-benar mendengarkan hasilnya dan Eddie tahu-tahu sudah sampai di Seattle dan mulai bekerja dengan grup itu, itulah saat dimana saya mengetahui kalau mereka mempunyai penyanyi baru. Ketika saya mempelajari lagu itu yang kebetulan nantinya menjadi "Alive," dan saya mendengarkan lagi hasilnya, saya merasa itu akan jadi sebuah lagu dengan vokal yang sangat bagus. Ketika saya dengar Eddie sudah menambahkan vokal pada lagu itu, itu adalah tambahan yang sempurna. Beberapa penyanyi mempunyai insting yang tidak dapat dimengerti. Saya rasa ada sebuah hubungan di sana, sesuatu yang sempurna untuk musik itu.

October 7

Pacific Amphitheatre, Costa Mesa, CaliforniaSehari sebelum perjalanan pertamamnya ke Seattle, Eddie Vedder menghadiri festival the Gathering of the Tribes, sebuah event musik campuran yang lebih dulu ada setahun sebelum Lollapalooza yang diorganisir oleh Ian Atsbury dari band the Cult. Event itu menampilkan Soundgarden, Iggy Pop, the Cramps, Ice T, the Indigo Girls, Public Enemy dan lain-lain. Vedder menonton Soundgarden dari jarak 15 kaki dari panggung di mosh pit. Tidak disangka-sangka, 24 jam kemudian dia akan berbagi mikrofon dengan Chris Cornell.

Photos are taken from Pearl Jam Twenty Book/Words are the translation of Pearl Jam Twenty Book/ copyrights belong to the author of the book. 
Kembali ke daftar isi

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?