Rolling Stone Pertama Eddie

      
"Selamat" ujar Beth, menelepon dari California, "Kamu masuk Rolling Stone"

Eddie mendengarkan ketika pacarnya menggambarkan artikel di Rolling Stone yang membahas album Temple of The Dog Yang baru dirilis. Wow, pikirnya. Menyenangkan sekali. Gambarku ada di Rolling Stone, Wow.

Kenangan membawanya ke kamarnya di Encinitas, California, yang ada gambar potret the Who di pintunya, bekas gambar yang masih bisa kelihatan beberapa tahun kemudian setelah dicat ulang karena dipersiapkan untuk pemilik selanjutnya. Dia mengingat rak yang dia biasa pakai untuk menyimpan koleksi piringan hitamnya, dan  copy Rolling Stone yang selalu menempati tempat terhormat di rak yang paling atas. Copy yang menguning dan rapuh, dari jaman ketika Rolling Stone masih diterbitkan menggunakan kertas koran. Pete Townsend menghiasi covernya.

Untungnya adalah, Eddie telah mengalihkan semua kenangannya dari ruangan itu - seperti ketika ayahnya merusak kunci kamarnya, atau lubang sebesat kepalan tangan yang dia buat setelahnya. Untuk sekarang, yang paling penting sekarang adalah bahwa dia punya satu kesamaan dengan Pete dan tidak lagi sama dengan orang yang tinggal di kamar itu.

Tidak berapa lama, dia langsung menuju toko dimana majalah Rolling Stone dijual, membuka satu demi satu halaman sampai dia menemukan artikel itu. Wow, pikirnya lagi, terbawa kesenangan ketika dia mengamati wajah yang mirip dirinya dihalaman itu. Sebuah perjalanan yang menyenangkan. 
     
Ketika dia berdiri di depan kasir dan mencari uang untuk membayar majalahnya, dia tidak bisa menahan dirinya untuk berbagi kegembiraan. Dia perlahan mendekati seorang Asia paruh baya yang bertugas sebagai kasir.

"Ini adalah hal yang teraneh," Eddie memulai dengan malu-malu. "Bolehkah saya menunjukan Anda sesuatu?" Dengan cepat dia menemukan halaman dimana artikel Temple of The Dog berada, Eddie memberikan majalah itu kepada pelayan toko itu.

"Itu aku" Eddie berkata dengan bangganya, menunjuk gambar dirinya di foto.

"oh!" jawab pelayan toko itu. Pandangannya beralih dari majalah itu ke Eddie, lalu kembali memperhatikan foto itu. "Oh!" katanya lagi. Dia mengangguk dengan sopan, lalu menutup majalah itu dan melihat bagian covernya dengan cepat.

"Rolling Stone..." ujarnya, masih mengangguk dan tersenyum. "ini majalah tentang sepeda ya?"

translated from:
- Five Against One, The Pearl Jam Story p.76-77

Comments

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?