Fantastic Ramayana Ballet at Prambanan Temple


Sudah lama sekali saya ingin mengunjungi dan menyaksikan pagelaran tari yang menurut apa yang saya baca sangat bagus sekali. Dalam perjalanan saya ke Jogjakarta kali ini saya pastikan tidak melewatkan kesempatan yang ada untuk menyaksikan pertunjukan ini.

Beberapa website menyarankan saya untuk melakukan reservasi sebelum saya mengunjungi dan menyaksikan sendratari Ramayana di Prambanan. Saya berakhir memesan tempat beberapa saat sebelum berangkat ke tempat pertunjukan dikarenakan itinerer saya selalu berubah-ubah menyesuaikan kondisi anak-anak.

Pertunjukan sendratari Ramayana di Prambanan tidak diadakan setiap hari namun sudah terdapat jadwal tertentu untuk satu tahun pertunjukan. Jadwal pertunjukan bisa dilihat di website www.borobudurpark.com . Pertunjukan sepanjang tahun dibagi menjadi sua musim. Pertunjukan bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober diadakan di teater terbuka dan untuk bulan Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember diadakan di teater tertutup. Perbedaannya adalah untuk teater terbuka akan lebih cantik karena latar belakang panggung adalah candi Prambanan. Kebetulan saat saya berkunjung adalah bulan Mei sehingga pertunjukan diadakan di teater terbuka. 

Saya menelepon nomor +62274496408 untuk menanyakan informasi seputar pertunjukan. Menurut petugas yang menjawab, hari itu terdapat pertunjukan di teater terbuka dan akan dimulai pukul 19.30 tepat. Petugas menganjurkan untuk langsung melakukan reservasi per telepon dan saya pun langsung melakukan reservasi saat itu juga untuk 3 tempat VIP. Anak saya yang berumur 3 tahun tidak mengambil tempat duduk sehingga tidak perlu dipesankan tiket. 

Sebelumnya, saya menanyakan kepada petugas mengenai perbedaan masing-masing kelas pertunjukan. Perbedaan nya adalah posisi dan angel yang didapatkan selama menonton. Untuk tiket VIP seharga Rp350rb, tempat yang disediakan adalah tepat di depan panggung. Penonton akan duduk di kursi dengan sandaran dan disediakan makanan kecil serta suvenir. Untuk tiket Spesial seharga Rp250rb, penonton duduk tepat dibelakang penonton VIP, namun tidak terdapat kursi. Penonton dengan tiket spesial akan duduk di tempat duduk dari beton yang memanjang dan berundak-undak. Untuk kelas Pertama seharga Rp175rb, tempat duduk adalah sama dengan kelas spesial, hanya saja posisi menonton adalah sedikit menyerong sekitar 45 derajat ke panggung di kanan dan di kiri samping penonton VIP dan spesial. Untuk kelas Kedua seharga Rp100rb, posisi menonton adalah dari samping panggung. Untuk pelajar, disediakan tiket khusus yang sangat murah.

Menurut informasi driver mobil yang saya sewa, perjalanan dari hotel kami di daerah Malioboro ke tempat pertunjukan adalah sekitar 30 sampai 45 menit, tergantung kondisi di perjalanan. Dengan begitu, sebaiknya memberikan spare waktu sekitar lima belas menit sebelum pertunjukan. Jadi, jika pertunjukan pukul 19.30 maka berangkatlah sekitar pukul 18.30.

Sesampainya di tempat pertunjukan saya langsung menuju loket untuk membayar tiket. Karena sudah memesan sebelumnya, saya sudah diberikan tempat duduk yang terbaik di baris kedua. Setelah mendapatkan tiket saya diantarkan ke pintu masuk dan diberikan souvenir. Ternyata, malam itu penonton tidak begitu penuh, di tempat menonton VIP hanya terdapat beberapa keluarga saja. Setiap baris ditempati satu keluarga karena semua ingin menonton dari tengah. Setelah melihat sekeliling untuk membandingkan posisi tempat duduk, menurut saya dari semua kelas pertunjukan penonton bisa melihat pertunjukan dengan nyaman. Alasan saya memilih tiket VIP adalah karena ini adalah kali pertama saya menonton pertunjukan ini dan saya ingin mendapatkan kesan yang paling baik.

Panggung sendratari Ramayana sangat luas dengan latar belakang candi Prambanan berwarna kuning keemasan. Di ujung panggung terdapat pemain gamelan dan sinden yang membawakan lagu-lagu jawa yang (mungkin) ada hubungannya dengan cerita Ramayana karena saya tidak mengerti. Di ujung tengah panggung terdapat tangga ke atas yang kemungkinan adalah backstage karena dari sana lah pemain-pemain muncul dan kembali. Selain panggung yang besar, pertunjukan ini menggunakan tata lampu yang sangat baik sehingga mendukung suasana dan jalan cerita.


Sungguh sangat menyenangkan melihat penari-penari yang melenggak lenggok membawakan perannya masing masing. Ditambah dengan iringan musik gamelan yang ikut memberikan suasana tersendiri bagi setiap adegan. Make up dan kostum yang sangat bagus sesuai dengan karakter yang diperankan membuat pertunjukan menjadi sangat berwarna dan menarik. Penari wanita yang cantik-cantik dan penari pria yang ganteng-ganteng menari dengan lembut namun terkandang bersemangat dan lincah tergantung dari peran yang dimainkan.


Sebelum pertunjukan saya sempat membaca garis besar ceritera Ramayana di Yogyes.com, mengutip dari Yogyes.com : Sendratari Ramayana secara umum dibagi menjadi beberapa cerita utama yaitu penculikan Shinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Shinta.. menurut Yogyes.com, cerita dimulai ketika Prabu Janaka mengadakan sayembara untuk menentukan pendamping Dewi Sita (puterinya) yang akhirnya dimenangkan Rama Wijaya. Dilanjutkan dengan petualangan Rama, Shinta dan adik lelaki Rama yang bernama Laksmana di Hutan Dandaka. Di hutan itulah mereka bertemu Rahwana yang ingin memiliki Shinta karena dianggap sebagai jelmaan Dewi Widowati, seorang wanita yang telah lama dicarinya. Untuk menarik perhatian Shinta, Rahwana mengubah seorang pengikutnya yang bernama Marica menjadi Kijang. Usaha itu berhasil karena Shinta terpikat dan meminta Rama memburunya. Laksama mencari Rama setelah lama tak kunjung kembali sementara Shinta ditinggalkan dan diberi perlindungan berupa lingkaran sakti agar Rahwana tak bisa menculik. Perlindungan itu gagal karena Shinta berhasil diculik setelah Rahwana mengubah diri menjadi sosok Durna. Di akhir cerita, Sita berhasil direbut kembali dari Rahwana oleh Hanoman, sosok kera yang lincah dan perkasa. Namun ketika dibawa kembali, Rama justru tak mempercayai Shinta lagi dan menganggapnya telah ternoda. Untuk membuktikan kesucian diri, Sita diminta membakar raganya. Kesucian Sinta terbukti karena raganya sedikit pun tidak terbakar tetapi justru bertambah cantik. Rama pun akhirnya menerimanya kembali sebagai istri.

Walaupun tanpa narasi dan dialog, saya mengenali beberapa babak cerita yang terkenal seperti perburuan kijang jelmaan pengikut Rahwana oleh Rama, penculikan Sita oleh Rahwana, Perginya Hanoman ke Alengka, kematian Rahwana dan pembakaran Sita. 


Bagian pertama pertunjukan berakhir setelah adegan pembakaran Alengka oleh Hanoman setelah dia menyusup untuk menyelamatkan Sita. Hanoman melemparkan obor ke arah atap jerami di ujung tangga sehingga menyebabkan gubuk-gubuk terbakar. Pembakaran gubuk-gubuk dari jerami ini menyebabkan jelaga mengotori seluruh panggung pertunjukan dan area penonton. Setelah adegan ini. penonton dipersilahkan untuk beristirahat. Rupanya, waktu istirahat itu digunakan petugas untuk membersihkan terlebih dahulu area panggung dan penonton dari jelaga. 

Selama masa istirahat, penonton dengan tiket VIP dipersilahkan menikmati teh atau pun kopi di sebuah lorong yang dilewati sebagai jalan masuk ke tempat pertunjukan. Terdapat juga makanan kecil untuk menemani minum kopi maupun teh. Bagi penonton yang tidak mendapatkan makanan kecil terdapat warung yang menjual makanan dan minuman.

Setelah waktu istirahat berakhir, penonton kembali dipanggil untuk melanjutkan pertunjukan. Bagian kedua ini berlangsung sampai akhir cerita selama 30 menit. 

Dari keseluruhan cerita sendratari Ramayana dari awal sampai akhir, adegan yang paling meriah menurut saya adalah tari-tarian para kera sebelum Hanoman pergi ke Alengka. Kostum pasukan kera yang warna-warni dan gerakan yang enerjik dan ceria membuat suasana menjadi menyenangkan.



Adegan yang paling mengharukan buat saya adalah adegan kematian Rahwana. Ketika Rahwana mati, rakyatnya terlihat sangat sedih. Rahwana sepertinya adalah pemimpin yang baik yang sangat dicintai rakyatnya.

Adegan/bagian cerita yang paling menyakitkan buat saya adalah ketika Rama tidak menerima kembali Sita karena prasangkanya. Hal ini membuat Sita membakar dirinya untuk membuktikan kesuciannya. Rama menurut saya bukanlah seorang laki-laki yang berjiwa besar karena tidak mempercayai istrinya yang sudah setia kepadanya. Api tidak membakar raga Sita. Ini membuktikan Sita mampu menjaga kesuciannya. Di sisi lain, hal tersebut memperlihatkan bahwa Rahwana adalah seseorang yang lembut terhadap wanita, bisa saja dia memaksa Sita menjadi istrinya, namun Rahwana tidak memaksanya.

Sendratari Ramayana diakhiri dengan kembalinya Sita kepada Rama. Setelah itu, penonton diberikan kesempatan untuk berfoto di panggung bersama dengan seluruh pemain. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan sehingga hampir semua penonton turun dan berfoto bersama dengan pemain. Saya gunakan kesempatan itu untuk melihat Sita dari dekat. :) 


Saya sangat puas menonton pertunjukan ini. Gerak gerik penari yang mempesona, musik gamelan dan penyanyi yang menghanyutkan, tata lampu yang sangat baik, latar prambanan yang megah merupakan satu kesatuan pertunjukan yang membuat saya jatuh cinta dan membuat saya ingin kembali menyaksikan pertunjukan ini.

Comments

  1. Halo Pak Admin,

    Ramayana Ballet Purawisata juga diulas dong :D

    Numpang inform ya seputar Ramayana Ballet kami:
    Yuk booking online saja biar dapet diskon online price.

    ke http://www.purawisata-jogja.rezgo.com

    Ramayana Ballet Purawisata:
    – Tampil Tiap Malam (gak perlu repot hafalin jadwal)
    – Dekat dari Malioboro dan Keraton (gak makan biaya banyak buat transportasi jauh-jauh dari hotel)
    – Show ditampilkan di Purawisata Amphi-Theatre (gak kuatir kalau tiba-tiba hujan)

    Info lebih lanjut: info@purawisatajogjakarta.com | 0274-375705

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah pasti seru nonton ballet Ramayana di purawisata ya. Insya Allah, hari jumat malam 3/4/25 saya mau nonton nih.

      Delete
  2. Keren ya, cerita ramayana memang bagus

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?