Cirebon, apa yang membuat aku kembali

Jakarta cirebon merupakan perjalanan yang cepat, hanya sekitar 3 jam menggunakan kereta api dan sekitar 4-5 jam dengan mobil. Hingga kini, perjalanan jakarta cirebon maupun sebaliknya lebih kusukai menggunakan kereta api. Jam tempuh yang relatif cepat, tidak ada lampu merah, tidak ada salip menyalip, tidak ada teriakan kondektur, tidak ada pedagang asongan (khusus di kelas eksekutif).

Cirebon, sebuah kota di pantai utara jawa dengan luas 37.36kmsq dan penduduk 300.000 jiwa ini merupakan kota perdagangan, wisata, industri. selngkapnya lo tanya google aja ya.

Lalu lintas di kota cirebon cenderung tidak terlalu padat kecuali di beberapa ruas jalan tertentu terdapat kepadatan yang disebabkan parkirnya tukang becak dan berhentinya angkot, seperti di depan pasar pagi, di depan toserba surya/asia, di depan mal grage, dan di pertokoan di pasuketan dan pekiringan.

Sebenernya nggak ada hal yang terlalu istimewa pada kota ini selain kota ini merupakan kota kelahiranku dan kota aku bersekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

menurut saya yang paling membuat saya kembali, selain keluarga, adalah makanan khas kota cirebon yang diantaranya adalah, sega jamblang, empal gentong, sega lengko, tahu gejrot dll. Saya tidak bisa menggambarkan secara detil makanan2 an tersebut namun begitu kamu mencoba, pasti akan kembali lagi. Untuk lebih jelasnya dibawah ini ada ringkasan yang saya ambil dari wikipedia mengenai makana khas kota cirebon.

Berbagai macam lauk untuk nasi jamblang
Berbagai macam lauk untuk nasi jamblang

Sega Jamblang (Nasi Jamblang dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan. Menu yang tersedia antara lain sambal goreng (yang agak manis), tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe. Sega Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada jaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama. Keberadaan Sega Jamblang sebagai makanan khas Cirebon, tentunya tidak bisa dilepaskan dari sosok salah satu pedagangnya yang cukup tersohor, yaitu MANG DUL. Nasi Jamblang Mang Dul cukup dikenal oleh masyarakat Cirebon, bukan hanya bagi masyarakat kebanyakan, tetapi juga menyentuh kalangan pejabat. Hampir semua Kepala Daerah, baik itu walikota atu bupati Cirebon, pernah singgah di warung Sega Jamblang Mang Dul. Bahkan beberapa selebritis ibukota, jika singgah di Kota Cirebon, selalu menyempatkan mampir ke warung nasi ini. Sentra makanan Sega jamblang di Kota Cirebon saat ini terletak di wlaiayah Gunung Sari, sekitar Grage Mall. Warung ini tidak pernah tutup alias buka 24 jam. Walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif sangat murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi untuk para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan.

Sega Lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu taburkan pula di atasnya, juga toge rebus. Setelah itu siram bumbu kacang diatasnya, dan potongan daun kucai, lalu beri kecap secukupnya sampai kecoklatan, taburi bawang goreng biar tambah harum lezat. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.

Untuk menambah selera makan, biasanya makanan ini disajikan dengan ditambah 5 atau 10 tusuk sate kambing yang disajikan secara terpisah di piring lain.

Empal Gentong adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (priuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi.Keberadaan Empal Gentong sebagai makanan khas dari Cirebon, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Warung Empal Gentong Man Darma. Sudah banyak pejabat dan selebritis ibu kota yang merasakan nikmatnya empal gentong Mang Darma ini. Letaknya di samping kiri Bank Tabungan Negara (BTN) Cirebon, di Jalan Slamet Riyadi (Krucuk) Cirebon. Namun warung Empal Gentong yang paling banyak saat ini terletak di Jalan Raya Plered, yang merupakan jalan utama penghubung Kota Cirebon dengan Kota Bandung dan Jakarta. Disinilah merupakan sentra penjualan Empal Gentong. Empal Gentong sebagai makanan khas daerah Kabupaten Cirebon, layak berbangga karena dijadikan salah satu cita rasa khusus produk mie nasional (Indomie Rasa Empal Gentong). Bahkan pada saat open house keluarga Presiden SBY pada saat Idul Fitri 1428H Empal Gentong menjadi salah satu menu favorit yang turut dihidangkan.

Tahu gejrot
Tahu gejrot

Tahu gejrot adalah makanan khas Cirebon, Indonesia. Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil.

Docang docang mungkin mirip dengan ketoprak, namun menggunakan kuah yang terbuat dari parutan kelapa dan oncom. disaikan dengan toge, kerupuk dan sambal.

itulah bebearapa karya kuliner yang wajib anda cicipi bila mampir ke kota cirebon, anda dijamin kan kembali untuk menikmatinya.

Comments

  1. TErima kasih atas informasinya...semoga sukses
    http://grosirsponmandi.klikspo.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karya Besar Vincent van Gogh

11 Lagu Wajib Anak Tongkrongan Depan Gang Tahun 90'an

Pearl Jam Vs Nirvana ?